Cara-Cara Supaya Kamu Bisa S-2 Tanpa Harus Terjegal Biaya

Cara-Cara Supaya Kamu Bisa S-2 Tanpa Harus Terjegal Biaya

Setelah menuntaskan S-1, benak untuk melanjutkan edukasi ke jenjang S-2 mungkin pernah terbersit di kepalamu. Syukurlah, zaman kini sudah semakin tersingkap kesempatanmu guna melanjutkan pendidikanmu itu. Sudah tidak sedikit juga anak muda yang memungut pendidikan pascasarjana di usia 20-an.

Sayang, Menurut Judi Online banyaknya kesempatan ini tidak tidak jarang kali dibarengi oleh kemampuan keuangan pribadi. Biaya edukasi magister memang rata-rata lebih tinggi dibandingkan S-1; selisih biaya antara dua-duanya akan kian terasa bila kamu S-1 di universitas negeri.

Cara-Cara Supaya Kamu Bisa S-2 Tanpa Harus Terjegal Biaya
Cara-Cara Supaya Kamu Bisa S-2 Tanpa Harus Terjegal Biaya

Tapi masih ingatkah anda dengan kegigihanmu sekitar S-1? Masih adakah mental baja itu? Kalau jawabannya masih, lakukan saja motivasi yang sama guna meraih gelar S-2. Pelajari strategi di bawah ini untuk memperoleh, menabung, dan mengelola duit demi gelar S-2 yang anda idam-idamkan itu. Sudah siap?

1. Sebelum menabung, pastikan dulu kapan kamu hendak memulai kuliah S-2

Karena edukasi gak kenal usia, kamu dapat melanjutkan kuliah S-2 kapan saja. Namun fleksibilitas berikut yang tidak jarang menjebak anda untuk menunda-nunda memungut program magister. “Nanti-nanti aja, deh…” Nanti kapan? Nanti tahu-tahu anda menikah, punya anak, mesti bekerja, dan lebih sulit lagi untuk memungut gelar S-2.

Makanya, bila udah terdapat niat inginkan melanjutkan S-2, tentukan kapan tepatnya. Apakah tahun depan? Tahun depannya lagi? Atau tiga tahun dari sekarang?

Dengan ini, anda akan bisa memperkirakan jumlah uang yang mesti anda kumpulkan per tahunnya. Sebagai gambaran: ongkos rata-rata program magister di Sekolah Pascasarjana UGM merupakan Rp. 30.000.000. Jika anda berencana memungut S-2 tiga tahun lagi, berarti anda harus menyimpan uang Rp. 10 juta per tahunnya.

2. Minat studi dan tempat kampus adalah dua urusan yang membutuhkan pertimbangan matang

Dalam memilih lokasi di mana anda akan memungut program magister anda harus memperhatikan keperluan dan minat studi yang anda miliki. Hayo, untuk kamu yang jurusan kuliah S-1 dulu masih dipilihkan orang tua, inilah kesempatan bagimu guna benar-benar menelaah bidang yang anda cintai. Tapi anda juga dapat memperdalam ilmumu dengan memungut S-2 di bidang yang sama. Buktikan bila gak terdapat yang namanya salah jurusan — yang terdapat hanyalah telat menyadari bila kamu dapat jago di bidang apapun.

Setelah mengerucutkan opsi minat studimu, sekarang anda harus memikirkan di kampus mana studi itu akan anda dalami. Lokasi kampus sangat urgen sebagai bahan pertimbanganmu. Jika anda kuliah di kota yang sama dengan tempatmu kini hidup, kamu barangkali masih dapat kuliah seraya bekerja. Sementara kalau kampusmu di luar kota, bisa jadi besar anda harus merelakan pekerjaanmu. Hitunglah berapa ongkos hidup yang anda perlukan guna 1,5-2 tahun menempuh S-2. Pastikan anda juga mengumpulkan duit untuk ongkos hidupmu ini.

3. Mulai disiplinkan diri guna menabung. Ingat, kuliah S-2 itu investasi.

Program magister dapat kita sebut sebagai investasi jangka menengah, sebab gelar yang nanti anda sandang diharapkan dapat membantumu meraih kegiatan yang lebih baik. Menabung demi pendidikan sama saja laksana mengalokasikan perkiraan kebutuhan per bulan. Kamu tinggal mengasingkan sejumlah uang guna ditabung, lalu tidak boleh sentuh simpanan tersebut hingga uangnya cukup untuk kuliah S-2. Kalau hingga sekarang anda belum dapat menabung, berusahalah lebih keras dengan mencoba berbagai siasat menyimpan uang ini.

4. Banyak universitas yang memberlakukan potongan biaya S-2 guna alumninya. Cari tahu apa kampusmu menawarkan urusan yang sama.

Waktunya pulang ke kampus lama, lokasi di mana anda meraih gelar sarjana. Cari informasi apakah fakultas/jurusan anda membuka program magister atau nggak. Jika ada, tanyakan apakah terdapat pemberian harga eksklusif (baca: diskon) bagi lulusan seperti kamu. Demi unik peminat, tidak sedikit kampus yang mengadakan pendidikan S-2 bakal memberlakukan potongan harga khusus untuk alumninya. Jika kampusmu menawarkan urusan itu, mengapa tak anda manfaatkan saja?

5. Jika anda berprestasi dan dapat mengunci sejumlah surat rekomendasi, tidak boleh ragu untuk apply beasiswa S-2

Jika anda memiliki posisi tawar yang tinggi dan punya potensi, manfaatkan tersebut untuk mendaftar sekian banyak program beasiswa yang ada. Di samping program beasiswa dari kampusmu, kamu mesti mengecek program beasiswa DIKTI (khusus guna tenaga pengajar universitas), beasiswa LPDPdari Kementerian Keuangan, dan program khusus Presidential Scholarship.

Mau mencoba kuliah S-2 di luar negeri? Manfaatkan pertolongan program Erasmus Mundus dari Uni Eropa, Chevening dari Pemerintah Britania, Fulbright dari Amerika, Australia Awards, Studeren in Netherland (StuNed), Korean Government Scholarship Programme, hingga Monbukagakusho.

Triknya: di samping prestasi akademik dan potensi pribadi anda harus punya komitmen powerful dan rencana yang nyata untuk membina Indonesia. Kamu dapat membuktikannya dengan sejarah kerjamu, kegiatan ekstrakulikulermu, dan surat rekomendasi dari dosen atau mantan bosmu. Kefasihan berbahasa di tempatmu hendak melanjutkan studi pun sangat menilai, lho. Lebih lengkapnya, Hipwee pernah menulis teknik supaya kamu dapat mendapat beasiswa ke luar negeri di sini.

6. Hindari ongkos yang mahal dengan meregistrasi program pascasarjana lebih awal

Sudah menjadi semacam ‘hukum tak tertulis’ untuk kampus-kampus swasta guna menjaring sebanyak-banyak calon mahasiswa dengan merealisasikan sistem pencatatan bergelombang. Gelombang I seringkali lebih murah daripada Gelombang II, begitu pula seterusnya. Jika kriteria dan peraturan semacam ini berlaku, mengapa gak dimanfaatkan aja? Hemat sejumlah juta ‘kan lumayan.

7. Beasiswa bukan satu-satunya jalan guna S-2 gratis. Research dan teaching assistantship juga bisa meringankan ongkos pendidikanmu.

Namun beasiswa bukan satu-satunya jalan masuk guna mengenyam program magister secara cuma-cuma. Kamu dapat memperoleh jalan masuk dengan ikutan teaching assistantship atau research assistanship di mana tenagamu sebagai asisten dosen atau asisten riset akan ditunaikan dalam format pendidikan magister.

Program assistantship seperti ini umum didatangi di luar negeri, namun pun ada di Indonesia. Cek apakah kampus incaranmu meluangkan program laksana ini. Jangan lupa, keterampilan akademikmu mesti cemerlang, ya. Untuk menciptakan CV-mu kian bersinar, carilah peluang mempublikasi paper di jurnal eksklusif S-1 (yang persaingannya tidak seketat jurnal yang lebih prestisius) atau opini lepas di koran-koran dan media online.

8. Banyak pun mahasiswa S-2 yang ongkos kuliahnya ditolong kantor lokasinya bekerja. Apakah kantormu inginkan mendukungmu laksana itu?

Terakhir, anda juga dapat mengajukan biaya pertolongan pendidikan untuk kantor tempatmu bekerja. Cari tahu dulu apakah perusahaanmu punya tradisi untuk mengongkosi staf-stafnya kuliah S-2. Cari tahu juga, apakah S-2 yang ditawarkan kantormu tersebut harus ditempuh di universitas-universitas tertentu, atau apakah kantormu pun punya lumayan daya guna membiayai stafnya kuliah di luar negeri.

Konsultasikan rencanamu ini dengan bosmu dan siapkan proposal riset yang sesuai. Jangan lupa, kantormu mesti tahu apa manfaatnya guna mereka dengan menyekolahkan anda S-2. Jadi, pastikan bahwa minat studi dan riset akademik yang kamu pilih akan bisa menciptakan kantormu lebih berkembang, dapat dari kuantitas penjualan atau kualitas produk dan jasa yang kalian tawarkan.

Kuliah S-2 memang mahal, namun belum pasti mustahil dilakukan. Tanpa merepotkan orangtua, kamu dapat kok mendapatkan gelar ekstra di belakang gelar yang sudah anda punya sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *